Harga Emas Hari Ini: Antam Stagnan, Cek Harga Terbaru 12 Februari 2026

Table of Contents
Harga Emas Hari Ini: Antam Stagnan, Cek Harga Terbaru 12 Februari 2026

Harga emas pada hari ini Kamis 12 Februari 2026 terlihat stabil pada angka Rp 2.947.000 per gram.

Harga emas pada hari ini terlihat lebih murah dibandingkan harga perdagangan minggu sebelumnya pada Kamis (5/2/2026) minggu lalu, di mana harga emas ditawarkan sebesar Rp 2.956.000 per gram.

Selanjutnya, satuan harga emas terkecil yang tersedia berukuran 0,5 gram bisa dibeli dengan harga Rp 1.523.500.

Harga pembelian ulang emas tetap sama dengan sebelumnya, yaitu Rp2.741.000 per gram.

Sebagai informasi, harga emas pada hari ini dapat berfluktuasi kapan saja.

Ini dapat dipengaruhi oleh harga emas yang berdasarkan pada pasar global.

Berdasarkan situs resmi logammulia, telah mengumpulkan daftar harga emas pada hari ini, Kamis 12 Februari 2026, seperti berikut.

Harga emas batangan seberat 0,5 gram: Rp 1.523.500

Harga emas batangan 1 gram: Rp 2.947.000

Harga emas batangan 2 gram: Rp 5.834.000

Harga emas batangan seberat 3 gram: Rp 8.726.000

Harga emas batangan seberat 5 gram: Rp 14.510.000

Harga emas batangan seberat 10 gram: Rp 28.965.000

Harga emas batangan seberat 25 gram: Rp 72.287.000

Harga emas batangan seberat 50 gram: Rp 144.495.000

Harga emas batangan seberat 100 gram: Rp 288.912.000

Harga emas batangan seberat 250 gram: Rp 722.015.000

Harga emas batangan seberat 500 gram: Rp 1.443.820.000

Harga emas batangan berat 1000 gram: Rp 2.887.600.000

Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu

Konsumen yang ingin melakukan investasi emas diharuskan memahami jenis emas yang akan dibeli beserta ciri-cirinya agar terhindar dari penipuan.

Jangan sampai malah merugi karena membeli dengan harga lebih murah, tetapi justru mengalami kerugian akibat barang yang tidak asli atau bahkan emas yang palsu.

Berikut beberapa cara membedakan emas asli dengan palsu yang diambil dari situs Galeri 24, berlaku untuk memeriksa emas batangan maupun emas perhiasan.

1. Temukan tanda khusus berwarna emas atau kode produksinya

Cara pertama untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan pemeriksaan visual dengan mencari tanda tertentu pada logam tersebut.

Nomor resmi yang tercantum pada logam mulia berupa emas. Pada umumnya, barang emas akan memiliki stempel atau disebut juga dengan tanda khas yang menunjukkan tingkat persentase emas yang terkandung di dalamnya.

Perhatikan tanda ini dengan cermat untuk memastikan bahwa barang yang Anda miliki adalah asli.

Di sisi lain, untuk memastikan keaslian emas perhiasan, beberapa perhiasan yang lebih tua mungkin telah kehilangan tanda atau kode mereka akibat aus.

Perhiasan emas tiruan juga memiliki beberapa ciri yang menyerupai aslinya, bahkan bisa membingungkan sehingga disarankan untuk tidak hanya mengandalkan pengujian ini saja, tetapi juga melanjutkannya dengan pengujian lainnya untuk menentukan keasliannya.

2. Tes magnet

Cara mengenali emas asli dan palsu yang kedua adalah dengan menggunakan uji magnet, karena emas asli tidak akan tertarik oleh magnet, sedangkan emas palsu yang mengandung besi atau logam lainnya biasanya dapat ditarik oleh magnet.

Namun tidak selalu mungkin memastikan hasil dari metode ini karena metode tersebut juga bisa menghasilkan perbedaan.

Saat melakukan pengujian magnet, hindari menggunakan magnet kulkas biasa karena tidak akan bekerja dengan baik.

Maka carilah magnet yang memiliki daya tarik lebih kuat, biasanya dijual di toko bahan bangunan atau magnet untuk menutup tas atau dompet wanita juga bisa dicoba.

3. Uji tenggelamkan emas

Cara ketiga untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan uji kepadatan, karena emas memiliki sifat yang padat dan biasanya akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam gelas berisi air, mengingat perhiasan emas 24 karat memiliki berat 19 gram per ml.

Saat menjalani tes ini, pastikan tidak ada permata atau aksesoris lainnya agar tidak mengganggu hasilnya.

4. Uji Keausan

Cara keempat untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan uji ketahanan.

Tanda lain yang menunjukkan bahwa emas tidak seperti yang terlihat adalah adanya tanda keausan pada barang tersebut. Jika emas mengalami aus, tergores, atau berbintik, maka itu bukan emas murni.

Periksa permukaan dan daerah sekitar tepi koin atau perhiasan. Jika terdapat jenis logam atau warna lain yang tampak muncul dari bawah emas, barang tersebut kemungkinan merupakan logam berlapis emas dengan lapisan perak, tembaga, atau kuningan di bagian dalamnya.

5. Uji Asam Nitrat

Cara mengenali emas asli dan palsu yang kelima yaitu dengan menggunakan uji asam nitrat, tetapi perlu dilakukan secara terbatas.

Pada uji asam nitrat, keaslian emas ditentukan oleh warna yang dihasilkan.

Cara melakukan pengujian, letakkan emas di atas piring dari bahan stainless steel. Jangan lupa mengenakan kacamata pelindung karena proses ini bisa menghasilkan asap.

Kemudian, teteskan beberapa tetes asam nitrat ke perhiasan dan amati hasilnya.

Jika logam berubah menjadi hijau, maka itu adalah logam yang tidak mulia. Namun, jika berubah menjadi kuning, maka itu adalah kuningan yang dilapisi emas. Jika menghasilkan reaksi mirip dengan susu, maka itu adalah perak yang dilapisi emas. Tidak ada reaksi sama sekali menunjukkan bahwa logam tersebut adalah emas asli.

Jenis-jenis emas

Berdasarkan Karat

Kadar merupakan standar yang digunakan untuk menilai keaslian emas.

1.24 Karat: Ini merupakan emas yang paling murni, dengan kadar emas sebesar 99,99 persen. Emas 24 karat sangat lembut, sehingga tidak cocok untuk perhiasan yang digunakan setiap hari, tetapi sangat ideal sebagai investasi dalam bentuk batangan atau koin.

2. 22 Karat: Logam ini terdiri dari 91,67 persen emas murni dan sisanya merupakan campuran logam lain. Emas 22 karat lebih kuat dibandingkan emas 24 karat, sehingga sering digunakan dalam pembuatan perhiasan.

3. 18 Karat: Emas 18 karat terdiri dari 75% emas murni. Tingkat kebersihan ini menjadi pilihan yang umum digunakan untuk perhiasan karena cukup kokoh, tahan lama, dan tetap memiliki nilai emas yang tinggi.

4. Emas 14 Karat: Mengandung 58,3 persen emas murni, emas 14 karat lebih kokoh dan tahan terhadap goresan dibandingkan dengan emas 18 karat. Jenis emas ini cocok digunakan untuk perhiasan yang sering dipakai.

Berdasarkan Warna

1. Emas Kuning: Ini merupakan warna emas yang paling tradisional dan alami. Emas kuning dibuat dengan menggabungkan emas murni dengan logam seperti tembaga dan seng. Semakin tinggi kadar kemurniannya, semakin terang warna kuningnya.

2. Emas Putih: Emas putih bukan merupakan warna alami, tetapi dihasilkan dari campuran emas murni dengan logam berwarna putih seperti paladium, nikel, atau perak. Setelah dicampur, perhiasan emas putih diberi lapisan rhodium agar memiliki kilau yang terang dan tahan lama.

3. Emas Mawar: Emas mawar memiliki tampilan merah yang khas karena dicampur dengan tembaga. Semakin tinggi kadar tembaganya, semakin gelap warnanya. Emas mawar terkenal lebih kuat dan tahan lama dibandingkan emas kuning maupun putih.

Posting Komentar