Adab Makan Sahur dan Buka Puasa di Ramadan 2026, UAS Ingatkan Keberkahan

Table of Contents
Adab Makan Sahur dan Buka Puasa di Ramadan 2026, UAS Ingatkan Keberkahan

Sebelum memulai puasa Ramadan 2026, sebaiknya lakukan sahur terlebih dahulu.

Sarapan pagi bukan hanya bertujuan untuk mengisi perut, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dalam memasuki bulan Ramadan tahun 1447 Hijriah.

Begitu pula saat berbuka puasa. Bukan hanya sekadar mengisi perut setelah seharian dalam keadaan kosong.

Hanya saja terdapat nilai ibadah dalam suatu kegiatan berbuka puasa ketika Ramadan 2026 tiba.

Kurang lebih seminggu lagi memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah.

Ustadz Abdul Somad membahas tata cara sahur dan berbuka puasa sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Bulan Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari satu bentuk ibadah tertentu yang bersifat wajib, yaitu puasa.

Lalu bagaimana tata cara sahur dan berbuka puasa sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW?

Ustadz Abdul Somad menyampaikan, salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah segera berbuka puasa dan menunda sahur.

Apa makna di balik ibadah ini? Bahwa ibadah puasa mengajarkan untuk bersaing dalam menahan lapar dalam jangka waktu yang lama. Ketika seseorang yang berpuasa melanjutkan hari demi hari, justru tidak diterima oleh Allah SWT," ujar Ustadz Abdul Somad yang dikutip dari kanal youtube VDVC religi.

Ditambahkan, yang terbaik adalah segera berbuka puasa. Meskipun harus segera membuka, tetap dilakukan setelah masuk waktu maghrib.

Tepat setelah suara adzan magrib, segera membatalkan puasa atau berbuka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Makanan yang cocok untuk berbuka puasa adalah makanan yang manis, menurut Ustadz Abdul Somad, hal ini dikarenakan perut telah kosong atau kering selama beberapa jam.

Makanan manis yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW adalah kurma.

"Dengan segera berbuka, kita telah memberikan hak kepada tubuh, termasuk berbuka pada waktunya," katanya.

Sebelum memulai puasa, disarankan bagi umat Islam untuk melaksanakan sahur.

"Di waktu sahur terdapat keberkahan, jika ada yang tidak mampu berpuasa maka cukup minum seteguk air untuk mencontoh sunnah Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Sarapan pagi sebaiknya dilakukan hingga waktu terakhir sebelum matahari terbit atau saat tiba waktunya shalat subuh. Namun sebelum adzan subuh berlangsung biasanya terdapat masa imsak.

Imsak merupakan tanda mendekati terbitnya fajar, hal ini mengingatkan untuk waspada dan segera mempersiapkan diri mengakhiri sahur.

"Fajar Shodiq sudah tiba, sehingga tidak ada waktu lagi untuk makan, tetapi menunda beberapa detik sebelum adzan sangat baik," tutupnya.

Doa Berbuka Puasa

Ustadz Abdul Somad menyampaikan, terdapat dua jenis doa berbuka puasa yang sering dibaca oleh umat Islam.

Berikut adalah doa tersebut:

Doa 1

Ya Allah, aku berpuasa dengan diam dan percaya kepada-Mu, serta berbuka dengan rezeki-Mu. Dengan kasih sayang-Mu, wahai Yang Paling Pengasih dari para pengasih.

Maknanya: "Ya Allah, aku berpuasa hanya untukMu, dan aku beriman kepadaMu, serta berbuka dengan rezeki yang Engkau berikan. Dengan kasih sayangMu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Doa 2

Kekeringan telah pergi, kulit terasa basah, dan upah tetap jika Allah menghendaki.

Maknanya: "Hilanglah rasa haus, basahlah kerongkongan-kerongkongan, dan telah ada pahala, insyaAllah."

"Keduanya bisa digunakan. Yang menyampaikan bukan Ustadz Somad tetapi Syaikh Ibnu Utsaimin, ulama asal Arab Saudi," jelas Ustadz Abdul Somad yang dikutip dari kanal youtube Ustadz Menjawab.

Ustadz Abdul Somad menegaskan, meskipun hadis tersebut lemah atau dhoif, tetap dapat digunakan.

Hadits lemah dapat digunakan jika memenuhi 5 syarat, pertama tidak berkaitan dengan aqidah tauhid.

Poin kedua bukanlah soal halal atau haram, poin ketiga tidak berkaitan dengan riwayat orang yang berbohong.

"Empat tetap berada di bawah hadis shahih dan lima sebagai dorongan untuk beramal, maka diperbolehkan digunakan," katanya.

Salah satu dari dua hadis tersebut yang lemah adalah

Ya Allah, aku berpuasa dengan diam dan percaya kepada-Mu, serta berbuka dengan rezeki-Mu berkat kasih sayang-Mu, wahai yang paling murah dari semua yang murah.

Meskipun posisinya tidak kuat, Ustadz Abdul Somad mengajak agar tidak membahas hal tersebut. Siapa pun yang ingin membaca diperbolehkan, dan bagi yang membaca doa versi lain juga diperbolehkan.

(/Mariana)

Posting Komentar